Hari yang paling bahagia, hari yang paling ditunggu pasangan di belahan dunia mana pun, hari yang akan menjadi kenangan kelam di masa tua, hari itu datang hari ini. Gladis resmi akan menikah dengan seorang pujangga yang berhasil menarik hatinya. Pesta itu tidak diadakan besar-besaran. Bahkan terkesan sederhana sekali. Tidak ada yang spesial sama sekali. Tapi, tidak bagi orang-orang yang berhubungan dekat dengan Gladis dan Ridwan. Bagi sahabat, kerabat Gladis, pernikahan sederhana ini adalah acara yang akan membius ingatan mereka selamanya. Tidak akan pernah hilang dari memori. Pernikahan diadakan di kampung Ridwan, Sumatera Utara. Lebih tepatnya di desa kecil. Abira, Monica, Bi Ijah, Dita, Erika, Raka, Vika, Nadira, Doni, Rio, Bagas, dan yang terakhir Fadli. Mereka semua terbang ke Medan

