Bab 48. Mencari rumah Putri

1513 Kata

Bab 48. Datang ke rumah Putri "Permisi!" Abira mengetuk pintu rumah Gladis. Pukul tujuh lewat dua puluh malam. Langit di ibukota sudah berubah menjadi gelap. Malam ini memandang langit akan menjadi lebih nikmat karena bulan tampak indah nan gagah menggantung di antara bulan-bulan yang berkelip indah. Bulan purnama … bulan yang bagi Abira adalah yang terindah. Pintu rumah Gladis dibuka. Bagus yang membuka—abangnya Gladis. "Abira, ayo masuk, masuk." Abira tersenyum, menundukkan kepala sedikit sebagai tanda hormat. Dia disuruh duduk di kursi ruang tengah. Siti sedang menjahit dan Naira tengah mengerjakan pekerjaan rumahnya. Gladis muncul. "Ayo, Ra." ajak Gladis. Setelah berpamitan dengan Siti, mereka keluar rumah, masuk ke dalam mobil. Di perjalanan, Gladis memandang ke luar, menatap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN