Dua bulan kemudian. Raka sudah kembali puluh seperti biasa. Dia sudah bisa mengikhlaskan kepergian ibunya dengan lapang d**a. Aktivitas yang biasa Raka lakukan setiap harinya semua sudah dikerjakan dengan penuh semangat. Butuh waktu cukup lama bagi Raka untuk bisa melupakan atau lebih tepatnya menerima semua yang terjadi padanya. Raka sadar, segala sesuatu akan kembali kepada Allah. Sebelas tahun yang Raka tunggu tidak ada bandingannya dengan kebahagiaan ibunya. Sebelas tahun ibunya menderita terus berbaring di atas ranjang rumah sakit. Mungkin, Allah ingin mencabut penderitaan ibunya dengan memanggilnya. Nanti malam Raka akan melakukan sesuatu yang menurut kebanyakan laki-laki adalah sesuatu yang terberat dalam tugas mereka sebagai lelaki. Melamar perempuan. Raka sudah memantapkan pilih

