Bab 32“Kok, lo nggak nanya gue dulu sih?” tanya Ganiya dengan menahan dongkol. “Gue lupa.” “Lupa?” Ganiya menarik napasnya dalam-dalam guna meredakan amarah yang perlahan mulai menguasai. Sungguh dia tidak habis pikir dengan kelakukan Kayla. Perempuan itu berubah. Ah, sangat berubah! Selama ini dia diam karena merasa tidak enak menegur Kayla yang belakangan selalu mengeluh jika sedang ada masalah, tapi ketika ditanya ada masalah apa malah diam seribu bahasa. Dia juga sadar hubungan mereka merenggang, tidak ada lagi kegiatan jalan berdua untuk sekedar belanja atau nongkrong. Bukan dia yang menjauh. Toh, Bara memberinya kebebasan asal tahu batas. Namun, Kayla dengan segala rahasianya yang membuat mereka tidak lagi bertemu seintens dulu. Apalagi kini dia juga mulai membatasi menerima ker

