Bab 34.Duduk di atas papan kayu lebar yang terdapat jerami sebagai pelindung dari teriknya matahari, Ganiya berulang kali melirik sang suami. Laki-laki itu sama sekali belum bersuara sejak tadi hingga pemotretan berlangsung sampai selesai beberapa menit lalu. Bukannya percaya diri, tapi bukankah perbuatan Bara menandakan laki-laki itu tengah cemburu? Ganiya menutup mulutnya, menyadari kelancangan bibirnya yang malah tersenyum di saat genting seperti itu. "Kamu marah?" "Iya." Mencebik kesal, jawaban itu sukses membuyarkan skenario yang ada dalam kepala Ganiya. Padahal dia membayangkan Bara akan mengelak, sehingga dirinya berusaha membujuk dan merayu, lalu berakhir sang suami luluh dan selanjutnya mereka menikmati sunset dengan dia menyandarkan kepala di bahu laki-laki itu. Ya, bayangan

