Bab 38"Mereka sudah tidur?" Mengunci pintu kamar, Bara lantas berjalan menuju ranjang, di mana sang istri tengah bersandar pada kepala ranjang dengan mata sembab. Mereka belum sempat membahas apa yang terjadi karena adik-adiknya tadi merengek ingin tidur, sehingga dia lebih dahulu menemani kedua bocah tersebut sampai terlelap. Sebelum mendudukkan diri di samping sang istri, dia melirik sekilas dua benda yang tergeletak di atas nakas dalam keadaan mati. Ya, setelah menghubungi keluarganya guna menyampaikan kabar jika Ganiya baik-baik saja, dia memutuskan mengikuti cara sang istri yaitu tidak mengaktifkan benda pipih tersebut. Bukannya takut, hanya saja dia perlu berpikir jernih untuk mencari solusi atas masalah ini. "Bagaimana ini?" Bara merangkul Ganiya, menarik kepala perempuan itu a

