CHAPTER 7

1157 Kata
"Assalamualaikum," salam Reno ketika memasuki rumah Geo. Tanpa banyak basa-basi, cowok itu langsung saja berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar Geo yang memang berada di lantai dua. Bukannya tidak punya sopan santun atau apa karena Reno langsung main masuk ke rumah orang, namun ini memang sudah kebiasaan. Rumah milik Geo memang sudah seperti rumah kedua untuk Reno saking seringnya cowok itu main di rumah Geo. Ah, tak hanya rumah Geo, namun rumah Aldi juga. Persahabatan mereka bertiga memang sudah sedekat itu. Mereka bukan lagi layaknya sahabat, namun sudah layaknya seperti keluarga. "Ge," panggil Reno seraya membuka pintu kamar Geo. Saat pintu kamar sudah terbuka, nampaklah Aldi dan Geo yang sedang duduk lesehan di karpet sampung kasur King Size milik Geo. Mereka berdua sedang sibuk bermain video game di ponsel masing-masing. Reno yang melihat itu segera masuk ke dalam kamar Geo dan kembali menutup pintu kamarnya. "Wehee, baru dateng lo Ren?" tanya Aldi basa-basi. Tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya. "Menurut lo?" balas Reno tak santai. Cowok itu melangkahkan kakinya menuju kasur Geo dan langsung menjatuhkan tubuhnya di sana. Geo tak masalah dengan apa yang dilakukan Reno di kamarnya. Memang sudah terbiasa seperti itu. Entah itu Reno atau Aldi, mereka bebas melakukan apapun sesuka hati mereka di rumah Geo. Selagi itu tak melanggar privasi. "Di jembatan ada satu squad Ge, kita di jagain," ujar Aldi serius, mata cowok itu benar-benar tak teralihkan barang sedetik pun dari layar ponselnya. "Kita mending puter balik lewat jalan sebelah atau berenang aja Ge?" ujar Aldi lagi bertanya. "Ada kapal b**o, kenapa harus renang," ujar Geo menyahuti dengan wajah datar. "Ya maap, gue kan gak lihat Ge," sahut Aldi lagi menjawab. Setelahnya, hanya terdengar pembicaraan mengenai game yang sedang dimainkan oleh Geo dan Aldi. Mereka benar-benar sibuk oleh dunia mereka sendiri. Reno jadi bingung, apa fungsi dia disini sekarang? Kenapa Geo harus memanggilnya padahal Reno tak dianggap sama sekali sekarang. Aish, Reno jadi kesal. Beberapa saat, rasa bosan mulai melingkupi diri Reno. Rasa bosan itu semakin lama semakin menjadi-kadi. Dan pada akhirnya, Reno pun memilih menutup matanya hingga tanpa sadar dia tertidur di kasur king size milik Geo. Pada awalnya, Geo dan Aldi tak sadar kalau Reno tertidur di kasur king size milik Geo. Namun, karena mereka merasa aneh ketika mereka tak mendengar suara Reno sama sekali. Biasanya, Reno selalu mengoceh tak jelas ketika merasa bosan atau dia akan marah-marah karena Geo dan Aldi terlalu lama bermain video game. Reno memang bukan tipe cowok yang suka bermain game. Cowok itu lebih suka menonton video-video seperti film, drama ataupun web series. Itu semua juga dikarenakan Reno sering sekali menemani Savana menonton seperti itu. Jadi, tanpa sadar Reno menjadi ikut menyukainya. "Eh Ge, kok sepi ya, gak ada suara Reno," ujar Aldi pelan. Geo yang tadinya tak memikirkan apa-apa pun mulai tersadar bahwa benar, memang sedari tadi suara Reno sama sekali tak terdengar. Tanpa banyak berkata lagi, Geo langsung mengangkat kepalanya dan mengalihkan pandangannya dari layar ponsel milikinya. Cowok itu mengedarkan pandangannya ke kasur king size miliknya. Tempat dimana Reno terakhir kali berada. Dan yaa, Geo langsung menemukan Reno disana. Masih dengan posisi yang sama, namun dengan mata yang tertutup. Setelah mendapati Reno tertidur di kasur king size miliknya. Geo kembali membawa pandangannya ke layar ponsel cowok itu. "Dia tidur," ujar Geo membalas perkataan Aldi tadi. Mendengar itu, Aldi pun baru mengangkat pandangannya dari layar ponsel. Dan benar saja, ketika Aldi membawa pandangannya pada kasur king size milik Geo, disana Aldi dapat melihat keberadaan Reno yang nampaknya tertidur sangat pulas. "Wah itu anak," ujar Aldi. "Tumben banget jam segini udah tidur. Biasanya, masih sibuk nonton film," lanjutnya. Geo tak menggubris perkataan Aldi. Lagipula menurutnya, apa yang dikatakan Aldi itu tidak bermanfaat sama sekali untuk ditanggapi, jadi Geo lebih memilih untuk diam tak menyahut. Mereka pun pada akhirnya kembali fokus kepada ponsel masing-masing. Melanjutkan game yang tadi sempat tertunda. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, Geo dan Aldi berhasil menyelesaikan gamenya. Setelah menyelesaikannya, Geo dan Aldi memilih untuk tak lagi bermain. Jam sudah lumayan larut, dan Reno sudah tertidur. Biasanya, jika Reno belum tertidur, mereka bahkan bisa bermain game dari malam bertemu pagi. "Udahan deh Ge, ngelihat Reno tidur rasanya gue juga pengen tidur," ujar Aldi mulai men-logout akun game nya. Cowok itu lalu meletakkan ponselnya di atas nakas kamar yang ada di sebelah kiri kasur milik Geo. "Iya," balas Geo singkat. Cowok itu kemudian juga men-logout akun game miliknya dan juga meletakkan ponselnya di nakas kamar miliknya. Di sebelah ponsel milik Aldi. Setelah itu, Aldi beranjak berdiri dan ikut merebahkan tubuhnya di sebelah kanan Reno, diikuti dengan Geo yang juga ikut merebahkan tubuhnya di sebelah kirinya Reno. Karena Reno memang tidur tepat di tengah-tengah kasur milik Geo. Keheningan mulai menyapa mereka. Geo dan Aldi sebenarnya masih terjaga. Mereka belum merasakan rasa kantuk sama sekali. "Eh Ge," panggil Aldi pelan. "Hm," dehem Geo menyahuti. "Soal temannya Reno yang tadi, lo gak akan apa-apain dia kan?" tanya Aldi pelan dengan nada khawatir. Ya, Aldi khawatir kalau Reno akan bersikap macam-macam dengan Savana. "Lo tau gue Al," balas Geo ambigu yang sialnya dapat ditangkap dengan baik oleh Aldi. Dan karena itu pula, Aldi malah semakin dibuat khawatir di tempatnya. "Ge, lo jangan apa-apain cewek itu Ge. Gue lihat, dia cewek baik-baik Ge, gak kaya cewek yang biasanya ngedeketin lo. Gue lihat, dia anaknya tulus banget Ge, dia juga kaya polos gitu. Kasihan tau Ge," ujar Aldi berusaha menghentikan Geo. Berharap apa yang Aldi ucapkan bisa membuat Geo berubah pikiran. Namun, pada dasarnya ini Geo. Aldi tentu saja tahu kalau Geo tak pernah mempan diracuni oleh kata-kata seperti itu. "Terus? Lo pikir gue bakalan nurutin lo buat gak usik dia disaat dia usik gue? Lo jelas tau gue gimana Al. Gue gak akan biarin satu orang pun yang mengusik gue itu lolos," ujar Geo kekeuh. "Lo berdoa aja semoga dia gak ada ngeusik gue. Karena kalau sampai gue tau dia ngeusik gue sekali, gue bener-bener gak akan pernah lepasin dia sebelum dia menderita dan gak ngeusik gue lagi," lanjut Geo kemudian. Aldi menelan ludahnya susah payah mendengar perkataan Geo. Jika sudah begini, maka akan sangat sulit. Aldi rasanya ingin menyerah untuk meyakinkan Geo. Namun ketika mengingat wajah polos Savana tadi, Aldi menjadi tak tega jika harus membiarkan gadis polos dan secantik Savana menjadi korban dari Geo. Mungkin Aldi tak bisa menghentikan Savana jika gadis itu benar-benar menyukai Geo. Namun setidaknya, Aldo bisa membantu Savana untuk berusaha mencegah Geo untuk melukai Savana. Dan Aldi yakin, Reno pasti juga melakukan hal yang sama seperti apa yang Aldi lakukan. Reno sahabat Savana, cowok itu tentu tak akan membiarkan sahabatnya dilukai. Aldi yang baru sehari bertemu dengan Savana saja rasanya ingin terus melindungi gadis polos itu. Apalagi Reno yang sudah bersahabat lama dengan Savana. "Cewek polos itu. Gue gak akan tinggal diam kalo Geo mulai bertindak," batin Aldi setelah mendengar perkataan Geo.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN