CHAPTER 87

2009 Kata

Setelah semuanya diam. Mereka kini menatap Arin dan Ella yang tadi sempat terlupakan. "Tino, panggil anak-anak yang diluar buat masuk ya, tolong," ujar Savana tanpa menatap Tino karena tatapannya sedari tadi terus menatap Arin dan Ella dengan wajah datarnya. "Siap!" Tino dengan cepat berlari untuk melaksanakan perkataan Savana. Tak lama setelah itu, semua yang tadi diluar mulai memasuki rumah Fandi. "Gimana Va? Kata Tino tadi seru banget disini," Frans yang baru saja masuk langsung nyerocos dan menghampiri Dinda dengan antusias. Dinda yang tadi memasang wajah datar kini mulai menoleh menatap Frans dengan senyumnya. "Ntar biar diceritain sama Tino aja ya Frans, disini urusannya belum selesai soalnya," ujarnya. Frans mengangguk paham, cowok itu masih terlihat antusias. Mendengar cerit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN