Epilog

779 Kata

Jangan lupa ya, dua hari setelah bab ini dipublish, Perfect Scenario bakal diunpublish dan direvisi serta diremake kecil-kecilan. **** Jari-jemari itu merambat di pinggang ramping wanita yang tengah memakai apron merah muda dengan tangan yang fokus menggerakkan spatula pada ribuan butir nasi bercampur bumbu di dalam wajan. Ia tampak tak hirau dengan tangan yang kini meremas pelan pinggangnya, atau dengan kepala yang sejak tadi menyeruak di ceruk leher dan sesekali mengecup lehernya tersebut. "Andai aku nggak kerja, aku mau seharian gini terus sama kamu." Suara serak itu menyapa gendang telinga Naima Azzahra, wanita itu berdeham, masih mengabaikan ucapan laki-laki yang kini menjadi suaminya tersebut. Meski diabaikan, laki-laki itu masih menyunggingkan senyumnya, ia menghirup lebih dalam

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN