"Masih ngambek ya Nai? Udah dong ngambeknya. Cuma dipeluk doang, kan harusnya kamu seneng dipeluk cogan kayak aku gini," bujuk Alden dengan wajah memelasnya. Waktu sudah memasuki sore, sudah berjam-jam berlalu sejak Alden memeluk Naima dengan tiba-tiba di beranda rumah siang tadi, namun wanita itu masih saja menampilkan ekspresi kesalnya. Bagaimana tidak kesal? Gara-gara kelakuan Alden itu, Naima semakin dipandang sebelah mata oleh para tetangganya. Bahkan, ia mendengar secara langsung bagaimana mereka memberi hinaan. Seperti, "Pantes hamil duluan, lha wong gaya pacarannya kayak gitu. Belum sah aja udah main peluk-peluk, nggak malu apa ya? Emang dasarnya murahan sih." Padahal Naima tidak melakukan apa-apa, ia sama sekali tidak membalas pelukan laki-laki itu. Bohong kalau cibiran yang

