Setelah gue memberanikan diri ikutan komentar di postingannya Lucas, banyak yang nge-DM gue. Hmm yaiyalah gue kan nak pemes gitulo.. "Ciee Jevan bakal ketemu ayah.." goda Lucas pada Jevan yang kini sedang bermain main pada rambut gue. "Apaan sih lo? Ya biarin lah mau ketemu mau enggak juga bukan urusan lo" kata gue ketus. "Asal lo tau, perceraian kalian tuh gak sah. Lo ceraiin Vano disaat lo lagi hamil, g****k emang. Makanya pas pelajaran agama jangan bolos," Lucas menoyor kepala gue sehingga jidat gue dan Jevan bertabrakan. Gue kelabakan takut Jevan nangis. Ihh lukas mah kurangajar emang. Tuh kan Jevan jadi nangis.. "Huuaaa nda nda ndaaaa..." jeritnya Lucas nyengir "Gak sengaja sumpah," Gue membalasnya dengan anggukan. Kemudian gue bergerak dan mencoba menenangkan Jevan yang seka

