[Mas Tama : Sudah berangkat, Nes?] Nesa melirik ponselnya yang berkedip dan menampilkan balon notifikasi pesan dari Tama. Ia meraih ponselnya, menyentuh pesan itu lalu mengetik balasan. [Annesa : aku OTW sekarang_] Nesa menggeleng, balasannya terasa terlalu kaku. Jadi ia menghapus pesan yang baru ia ketik itu dan menulis ulang pesan jawabannya. [Annesa : Baru mau berangkat, Mas.] Balasan Tama diterimanya tidak lama kemudian. Nesa menaikan alis. Cepat sekali balasannya. [Mas Tama : Hati-hati nyetirnya, gak usah buru-buru. Ini makan malam biasa kok.] Ujung bibir Nesa terangkat naik, “Emang dia pernah nanyain ini, ya? Kok rasanya akrab banget?” herannya sendiri lalu menggulir pesan-pesan mereka dulu. [Mas Tama : Saya pulang telat.] Itu pesan minggu lalu. Nesa tidak membalasnya. Tida

