Kelinci yang mencoba Kabur

1563 Kata
Boom!!! Senyawa yang sangat serupa dengan gas metana itu meledak seketika saat api menyulutnya, gedung dan lantai bergetar, langit-langit runtuh dan puing-puing mulai berjatuhan. Sekarang di tempat aku dan Simus bertarung, tak tersisa apapun lagi kecuali batu. Mayat-mayat yang hangus pun terlihat hampir tak bersisa. “Sihir Ledakan tingkat tinggi?” ucap Kadeena, tubuhnya gemetar karena merasa ketakutan dengan pemandangan yang ia lihat beberapa waktu lalu. “b******n itu melarikan diri, sial!” kataku. “Kepala Desa, jika kita mengejar dan mengikuti pintu di dekat tempat ia tadi berdiri, mungkin kita masih sempat untuk mengejarnya,” balas Kadeena. “Kita pasti bisa mengejar orang itu dengan sangat mudah, lagipula... Jika kita melihat dari tabiatnya saja, aku bisa mengerti kemana dia akan pergi di situasi ini.” “Jalan rahasia seperti yang kita lalui untuk kemari? Pasti bukan hanya ada satu jalan yang seperti itu di Mansion ini, kan?” “Tidak Kadeena, orang seperti dirinya mementingkan sesuatu yang lain di banding dengan nyawanya sendiri. Apa yang dia kumpulkan seumur hidup, apa yang ingin di capainya... Untuk orang serakah seperti itu nikmat dunia di atas segalanya. Yang artinya, orang itu pergi ke Gudang Harta miliknya.” “Bagaimana cara kita tau dimana tempat itu, Mansion ini miliknya, hanya dia yang tau seluk beluk tempat ini, Kepala Desa.” “Jangan salah paham, Kadeena. Tapi dia bukan satu-satunya yang tau. Aku... Memiliki sebuah sihir deteksi,” ucapku sambil tersenyum sedikit menyombongkan diri. “Tak hanya sihir elemental api, Kepala Desa juga mempunyai Skill Unik Deteksi? Itu luar biasa, kebanyakan orang tidak bisa memiliki skill unik selain sihir elemental mereka. Tak hanya mampu menguasai sihir tanpa rapalan, tapi anda juga mempunyai sihir api tingkat tinggi dan juga skill unik.” “Kepala Desa luar biasa!!!” imbuh Kadeena menunjukkan matanya yang berbinar sebagai ungkapan rasa kagumnya yang berlebihan. “Kemampuan dalam bertarung luar biasa, kemampuan dalam sihir pun tidak kalah mengagumkan. Seandainya saya bertemu dengan orang seperti anda sejak lama, saya pasti bersedia mengikuti anda dengan senang hati, bahkan saya akan memohon agar bisa mengikuti anda selamanya.” Uwaah... Dia mengatakannya sampai terengah-engah, bahkan dari hidungnya seperti mengeluarkan asap. Sepertinya Ras Serigala Besi itu memiliki obsesi terhadap orang yang kuat. Pantas saja salah satu orang dari suku mereka, walaupun usianya masih muda tapi levelnya sudah sangat tinggi. Dia begitu mengagumiku, padahal dia itu jauh lebih kuat di bandingkan denganku. Setidaknya jika dia mampu melihat level kita. “Kau punya kesempatan lain untuk menyanjungku, Kadeena. Tapi saat ini bukan waktunya... Sebaiknya kita susul Souran Baghi sebelum dia berhasil kabur dengan semua hartanya.” “Ikuti aku!” imbuhku yang kemudian melompat berlari mengikuti lorong-lorong yang tertera di map. Berbicara mengenai level, ternyata benar... Walaupun aku bertarung dengan banyak musih atau bertemu dengan musuh yang kuat sekalipun, itu tidak akan memberikan Experience Point. Levelku sama sekali tidak naik, sialan! Tau begitu aku biarkan Kadeena saja yang menangani mereka, setidaknya itu bisa menaikkan levelku. Haaa.... “Bahkan dengan skill unik, anda tidak perlu merapal mantra sedikitpun. Saya tidak bisa berhenti mengagumi anda, Kepala Desa.” “Ada jalan di sebelah kanan, itu adalah sebuah ruangan yang cukup besar. Itu adalah tempat bagi Souran untuk memenjarakan b***k dan orang-orang yang membangkang padanya.” Aku dan Kadeena berhenti, ternyata ruangan itu tidak kosong. Masih banyak orang yang di penjarakan di sana, termasuk Shatruva, istrinya dan juga putrinya itu. “Kalian berdua masih hidup?” ujar Shatruva. “Ledakan yang terjadi tadi, bukankah itu berasal dari sihir terkuat Tuan Simus? Bagaimana kalian berdua bisa selamat dari penyihir angin terkuat di kota ini?” imbuhnya. “Sederhana, Kepala Desa lebih kuat darinya. Apa jawaban itu kurang masuk akal bagimu, Shatruva sialan!” balas Kadeena. Ah... Begitu ya, ternyata Kadeena menyimpan amarah terhadap Shatruva. Kurasa itu adalah hal yang wajar. Shatruva telah memberikan kami pada Souran orang yang ingin kami hindari, intinya dia menukarkan nyawa kami demi keluarganya. Tapi apa yang di lakukan oleh Shatruva juga hal yang wajar. Jika aku di posisi pria paruh baya itu, mungkin aku juga akan melakukannya. “Kadeena! Lepaskan semua orang yang di penjarakan disini!” perintahku. “Semua? Kepala Desa? Apa kau yakin untuk melepaskan mereka semua? Apa si Shatruva Sialan ini juga akan Kepala Desa lepaskan? Dia telah mengkhianati kita, bagaimana bisa kita bersikap baik terhadap penjahat sepertinya?” “Lakukan saja. Aku akan pergi mencari Souran Baghi... Lindungi para tahanan selama aku tidak ada. Ini... Adalah perintah,” kataku. “Baik, Kepala Desa!” balas Kadeena. Aku pun segera pergi setelah Kadeena menyetujui permintaanku. Sialan! Larinya si Souran itu cukup cepat juga ternyata, padahal aku memahami setiap lorong menuju tempat penyimpanan hartanya, tapi aku sama sekali tidak bisa mengejar orang itu sama sekali. Kurasa selain mulutnya yang sombong itu, lari adalah keahliannya yang lain. Cihh! Apalagi ini? Tangga memutar? Yang benar saja! Apa oranh itu benar-benar melalui jalan ini? Apa kakinya tidak akan lepas turun dari anak tangga sebanyak ini, ha? Jalan ke bawah sangat gelap, dan aku yakin jumlah anak tangga ini bukan hanya puluhan. Bodoh amat lah, dari pada melewatinya, terjun ke bawah lebih cepat! “Aku akan menemukanmu, Souran! Kau sialan! Membuatku merasakan semua ini hanya untuk mengejarmu!” Suaraku menggema di tempat itu, semakin ke bawah semakin gelap. Aku tidak pernah berpikir akan terjun ke tempat gelap seperti ini seumur hidupku. Kurasa kehidupanku yang membosankan di bumi terkadang terasa lebih baik. Sial, sial, sial! Aku bahkan belum melihat ujungnya sama sekali. Apakah tali ini bisa mencapai ujung jurang ini atau tidak ya? Aku cukup cemas kalau dasar masih jauh. Aku jadi kepikiran untuk membuat sesuatu. Benar dengan skill Fogging Brainku, meskipun aku tidak memiliki bahan untuk membuat benda ini, selama aku dapat memikirkannya. Maka aku pasti berhasil membuatnya. “Fogging Brain!” pikirkan sebuab benda panjang berbentuk stik yang terbuat dengan plastik bening lentur, di dalamnya ada sebuah kaca yang mudah pecah, di dalam kaca itu aku akan memasukkan cairan yang di sebut dengan Fluorescent Dye, di luar kaca aku cukup memberinya Hydrogen Peroxide. Sip! Tetap fokus! Jangan sampai pikiranku teralihkan. Saat aku membengkokan benda ini, maka kaca di dalamnya akan pecah, setelah itu cairan Fluorescent Dye nya akan keluar dan bercampur dengan Hydrogen Peroxide. Keduanya akan menimbulkan reaksi kimia, benda ini akan memunculkan cahaya. Sip! Glow Stick sudah jadi! Yosh! Sekarang tinggal ku patahkan saja dan ku lemparkan ke bawah untuk memeriksa dasar tempat ini. Beberapa detik setelah aku melempar Glow Sticknya akhirnya aku mendengar benda itu membentur lantai. Uwah... Cukup dalam juga ternyata, apa harus menyimpan harta di tempat seperti ini? Taliku akan sampai tidak ya? Mari turun sedikit lagi. Sial! Tidak sampai, padahal hanya tinggal sedikit lagi. Tapi... Lumayan tinggi juga, apakah tak apa kalau aku langsung melepaskan talinya dan melompat ke bawah? Pastinya tak apa, kan? Lagipula di dunia ini kekuatan manusia di bedakan berdasarkan level, levelku bisa di bilang lebih tinggi dari rata-rata. Melompat setinggi ini tidak akan membunuhku. Baiklah! Mari melompat! Aku melepas talinya dan terjun begitu saja. Aku jatuh dengan kaki menyentuh tanah terlebih dahulu, dan itu membuat kakiku gemetaran luar biasa, haha... Ternyata benar, melompat dari tempat tinggi itu tidak masuk akal. Sialan! Rasanya lumayan sakit, aku bahkan bisa melihat bar HP-ku berkurang. Aku mengambil Glow Stick yang ku jatuhkan, saat aku memegangnya dan ku dekatkan pada dinding, aku begitu terkejut, sekaligus kesal. Ternyata ada sebuah benda yang mirip seperti elevator namun di operasikan menggunakan tali dan juga pemberat. Pantas saja Souran Baghi bisa sampai ke dasar tempat ini dengan sangat mudah, sialan! Kakiku masih sakit. Pintu itu! Itu pastinya pintu masuk ke Gudang Hartanya. Eh? Pintunya tidak terkunci, artinya orang itu masih ada di dalam, atau dia sudah buru-buru keluar? Kemudian suara gemerincing seperti suara emas berjatuhan pun terdengar dari dalam ruangan itu. Aku yakin itu Souran Baghi, saat aku masuk untuk menyergap orang itu, pria itu sudah terbaring di lantai tertindih karung emas dan juga tumpukan koin yang hampir menimbun tubuhnya. Orang ini... Hartanya tidak kalah banyak dengan harta Simon yang aku ambil, bahkan jumlahnya kurasa... Lebih banyak milik Souran. Itu pasti hasil jualan curangnya dan juga sisa harta yang di miliki oleh keluarga sebelumnya. Saking rakusnya orang ini, dia tidak sadar betapa dirinya sedang berada dalam bahaya. “Souran Baghi, begitukah orang-orang memanggilmu?” ucapku. Sambil tengkurap pria itu mendonga ke arahku, “Tuan Eishi, aku tidak bermaksud menyinggungmu dan keluargamu. Apa yang telah ku katakan padamu itu salah paham. Semuanya hanya salah paham.” Pria itu kemudian membenturkan kepalanya ke lantai, “Tolong maafkan aku! Aku memohon dengan tulus padamu, Tuan Bangsawan!” “Kau... Jadi begitu menyedihkan, ya. Padahal awalnya kau memaksa orang untuk tunduk dan selalu meminta maaf dan memohon ampun, kali ini kau menjadi seperti mereka. Kau yang sempat memaksaku untuk memohon, sekarang terlihat sangat menjijikkan. Aku hampir tidak tahan melihatmu,” ucapku dengan pandangan dingin terhadap orang itu. “Katakan alasanmu kenapa kau mulai merubah pemikiranmu dan memulai untuk memohon! Mungkin aku akan berbaik hati dan membiarkanmu hidup,” imbuhku. Meskipun dalam hatiku aku sangat ingin membunuh orang ini. Yah... Anggaplah kalimatku barusan sebagai sebuah omong kosong. “Ah! Tuan Eishi, kau sungguh baik hati, aku hanya ingin hidup, aku tidak ingin mati. Lihat! Aku punya banyak harta disini, kau... Kau bisa mengambil separuhnya,” jawab Souran Baghi. “Separuh? Kau bodoh ya? Jika aku membunuhmu aku bisa mengambil semua harta yang ada di sini? Apa kau pikir membunuhmu akan sesulit itu, Souran?” balasku.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN