Dari pada menyebut pria menyebalkan itu sebagai tamu, aku lebih suka menyebutnya kentut yang munculnya mengeluarkan bau busuk lalu pergi tanpa jejak. Haa... Merepotkan saja. “Kepala Desa, maafkan aku, karena aku... Kita semua sekarang berada dalam masalah,” ujar Torn sambil menundukkan wajahnya. Aku menepuk punggung pria itu dengan keras sambil tersenyum. “Kenapa kau malah murung seperti itu, Torn. Aku sama sekali tidak menyalahkan tindakanmu.” “Kemarahan yang kau luapkan adalah emosi yang selama ini kau pendam, syukurlah kau bisa melepaskan rasa frustasi karena gagal menyelamatkan ayahmu waktu itu, syukurlah kau memukul pria yang membuatmu menderita tepat di wajahnya,” tambah Hathor. “Aku sedikit kecewa padamu, Nak Torn. Kau sama sekali tidak membiarkan orang ini memukul kepalanya den

