Coba pikirkan ini, memimpin sebuah wilayah independen dengan luas wilayah yang hampir setara dengan sebuah kerajaan kecil dengan potensi yang sangat besar, sumber daya alam melimpah, tanah subur yang mampu membuat semua jenis tanaman tumbuh. Suatu saat mungkin akan tiba hari dimana desa ini akan di jajah, kemungkinannya sangat tinggi.
Sumber daya manusianya sedikit, dan level mereka rendah, bahkan mereka semua orang baik yang bahkan selalu mengalah sebelum melawan. Ah... Ini benar-benar membuatku pusing. Bagaimana caranya mempertahankan desa kecil dengan sumber daya manusia sebanyak ini? Hahaha... Kau pasti bercanda, kan?
“Kepala Desa, apa yang kau pikirkan sampai kau menutupi keningmu? Bahkan kau sampai tertawa sendiri tanpa sadar.”
Benarkah aku melakukan itu? Aku pasti sudah sangat gila sekarang, masalah menumpuk terlalu tiba-tiba. Tidak ada cara lain yang lebih baik untuk mengatasinya selain menghadapi semuanya satu persatu.
“Apa kalian tau apa yang sedang ku pikirkan?”
Semua warga desa terdiam sambil menggelengkan kepala mereka.
“Aku hanya berpikir bagaimana jika desa ini pada akhirnya akan di serang, di ratakan dan akhirnya di duduki.”
“Kepala Desa...”
“Aku mengerti, apa yang aku katakan mungkin sedikit kasar. Namun hal itu mungkin saja terjadi. Jika aku mempertimbangkan keseluruhan kondisi Desa Nimiyan, desa ini sudah bagaikan segunung emas yang di jaga oleh seekor kuda. Hanya seekor!” kataku sambil tertawa menunjukkan satu jari ku pada mereka.
“Kalian pikir apa yang akan terjadi pada kuda tersebut jika segerombolan singa datang? Lari... Atau mati. Segunung emas yang tadinya milik kuda tersebut akan di ambil oleh segerombolan singa itu, dengan mudah tentunya. Itulah kondisi kita sekarang, meskipun kita sekumpulan kuda sekalipun, kita tidak akan mampu melawan segerombolan singa. Kalian tau kenapa?” kataku sambil berdiri.
“Kita tidak punya taring,” ujarku sambil memperlihatkan gigiku.
“Kita tidak punya cakar,” sambungku sambil memperagakan bagaimana seekor hewan memiliki cakar.
“Kita tidak punya kekuatan.”
“Torn, Lyod! Apa kalian mengingat bagaimana perlakuan Tuan Tarich terhadap kita?! Kau masih ingat perasaan itu?!” tegasku sambil menunjuk ke arah Torn dan Lyod.
Mereka terkejut dan hanya dapat menunjuk diri mereka masing-masing sambil mempertanyakan apa yang terjadi.
“Dia tau kita lemah, dia tau keadaan kita. Kita adalah target yang terlalu mudah untuk di tindas, maka dari itu mereka bisa seenaknya. Ingat saat aku bilang kalau kita harus memiliki taring kita sendiri? Jika kita sudah bisa memilikinya, maka kita harus balik menggigit dengan lebih keras. Kekuatan! Itulah yang saat ini tidak ada pada diri kita. Jika kita lemah apa kalian semua berpikir bahwa kita akan mampu menggenggam kebahagian ini tetap berada di tangan kita?”
“Tidak!!!” seru para warga, suara yang paling keras terdengar dari para warga asli Desa Nimiyan itu sendiri.
“Jika kalian tau itu maka apa yang harus kalian lakukan?”
“Bertambah kuat!!!” dengan serempak mereka kembali berseru.
“Kepala Desa, dengan kebijaksanaanmu tolong bimbing kami yang naif ini menjadi orang kuat yang mampu melindungi tanah leluhur kami dengan tangan kami sendiri,” ujar Paman Bern.
“Benar, sejak awal tanah ini adalah milik kami, semua yang telah terjadi pada tanah ini adalah masalah kami, tanggung jawab kami. Tapi kami malah menyerahkan semua itu padamu, Kepala Desa. Kami ingin menebus kesalahan itu dengan menjadi kuat. Jika Kepala Desa memiliki sebuah cara yang bisa membuat kami lebih kuat, kami ingin anda membimbing kami dan menunjukkan caranya,” imbuh Paman Mizzre.
“Demi keutuhan desa ini, demi tanah air kita!” seru Paman Jerome.
Mereka sudah mendapatkan tekad mereka kembali, itu bagus. Para warga desa baru lainnya pun nampak mengerti dengan situasi yang terjadi di Desa Nimiyan, hal itu terbukti dengan berdirinya perwakilan dari mereka, Hathor.
“Selama ada harta, selama ada kekayaan, maka selama itu akan ada sebuah ketertarikan. Desa ini mungkin akan mendapatkan masalah di kemudian hari, ada yang berkata bahwa semakin rindang sebuah pohon maka akan semakin kencang angin yang akan menerpanya. Jika kita sebagai akar pohonnya saja lemah, maka pohon itu akan tumbang begitu saja dalam satu hembusan. Saya Hathor dengan sendirinya mengabdikan diri pada Desa Nimiyan ini, dan saya berjanji akan menjadi akar terkuat yang akan menahan pohon ini yang disebut Desa Nimiyan, dari terpaan angin.”
“Aku juga!”
“Aku pun akan melakukan hal yang sama.”
“Umm! Ini adalah rumah baru kita, cukup sekali saja kita kehilangan, jangan sampai ada lain kali.”
“Desa Nimiyan ini akan aku lindungi sebagai bentuk pengabdianku.”
Satu persatu warga desa mulai berdiri, mereka mulai menyatukan semangat mereka untuk melindungi desa. Setidaknya dengan begini aku sudah mampu melihat secercah harapan. Mungkin saja, dengan hanya kami, dengan hanya tanah di desa ini, mungkin suatu keajaiban akan terjadi.
“Bagus! Tekad yang sangat bagus semuanya! Maka dengan ini aku akan memberitahu bagaimana caranya agar kalian semua menjadi kuat.”
“Pertama, kalian harus tau bahwa wilayah yang kuat itu adalah wilayah yang mampu mengelola kekayaannya dengan baik. Tanah kita adalah tanah surga, apapun akan tumbuh jika di tanam di tanah ini, jadi kita hanya harus mengelolanya dengan baik. Yang kedua, wilayah yang kuat adalah wilayah yang penduduknya saling bahu membahu untuk saling menguatkan satu sama lain. Kurasa kalian semua sudah memilikinya, tidak ada ikatan yang lebih kuat di bandingkan ikatan persaudaraan kalian sebagai seorang Nimiyan, apa aku salah?”
“Tidak, Kepala Desa!” seru semua orang itu, dengan sendirinya mereka saling berpegangan tangan satu sama lain, hal itu menegaskan bahwa mereka memiliki ikatan yang sangat kuat.
“Bagus! Itulah yang ingin kulihat dari kalian semua.”
“Jika wilayah yang tidak punya kekayaan namun mempunyai rasa solidaritas tinggi di antara warganya, maka wilayah itu adalah wilayah yang kuat. Jika sebuah wilayah tidak memiliki rasa solidaritas yang tinggi namun para warganya adalah orang-orang yang mampu mengelola kekayaan wilayahnya dengan baik, maka wilayah tersebut tetap akan menjadi sebuah wilayah yang kuat.”
“Tapi kita, jika kita dapat mengelola kekayaan kita dengan baik, memiliki rasa solidaritas tinggi, maka wilayah kita adalah sebuah wilayah yang tak terkalahkan.”
“Jadi hanya itu yang aku minta, mari kelola tanah kita ini sebaik mungkin, buat perkembangan yang terjadi di desa sebanyak mungkin, asah diri kalian untuk memiliki taring dan juga cakar, asah diri kalian untuk bisa saling melindungi. Jika harus kuat, maka kita akan kuat bersama.”
“Baik Kepala Desa!!!”
Dengan begitu rencana untuk menyusun ulang desa harus segera dilaksanakan, mengingat sudah banyak orang yang tinggal di desa ini, maka aku selaku pemimpin pasti membutuhkan orang-orang cakap yang bisa bekerja di bawah perintahku. Aku sudah memikirkan posisi-posisi apa saja yang perlu di isi, harus ada orang yang bertanggung jawab atas keamanan, perdagangan, pengawasan keuangan, diplomasi, pendidikan, dan pengolahan sumber daya alam.
Dan ini yang sudah kuputuskan, orang yang akan bertanggung jawab atas keamanan desa adalah Hathor, dia adalah orang dengan level paling tinggi di antara kami, dia juga ku berikan tanggung jawab untuk melatih para remaja agar menjadi kuat sepertinya, dan kurasa... Sesekali aku juga harus ikut latihannya.
Orang yang akan mengurus perdagangan adalah Rya, awalnya aku memikirkan Tuan Bern, tapi Paman Bern bilang bahwa Rya lebih cocok untuk mengisi posisi tersebut. Alasannya adalah Rya memiliki bakat berdagang sejak dia kecil, dan Paman Bern lebih memilih untuk mengurus bagian diplomasi, itu karena dia sudah sering bepergian keluar dan telah mengenal banyak orang.
Untuk mengurus sumber daya alam desa yang berasal dari ladang dan persawahan, tak ada orang lain yang lebih cocok selain Paman Mizzre.
Untuk pengawasan keuangan aku mempercayakan semuanya pada Bibi Merry, dia pandai mengurus keuangan Penginapan Bulan Bintangnya, mungkin tanggung jawab yang kuberikan padanya akan menjadi lebih besar, tapi aku percaya Bibi Merry mampu menanganinya.
Dan untuk pendidikan, aku sendiri orang yang akan mengurusnya. Aku ingin memberikan pendidikan yang tentunya berguna untuk kemajuan desa, sederhananya... Mungkin ini akan seperti mendirikan sebuah sekolah kejuruan.