Tak peduli salju berjatuhan di Desa kami, selama ada angin yang dapat menerbangkan sebuah kain, maka bendera kebanggaan ini akan kami kibarkan. “Dengan begini aku menyatakan Desa Nimiyan sebagai sebuah Kota Kecil!” “Tanah yang di tinggalkan untuk kita, tanah dimana menjadi tempat kita berdiri adalah tanah yang menyediakan semuanya untuk kita, rumah, ladang, sungai, dan teman yang saling merangkul. Saat susah kita saling mencari, saat senang kita saling berbagi... Bersama-sama kita berdiri, untuk menyaksikan simbol kita dijunjung tinggi.” “Kepada simbol yang mempersatukan kita! Hormat.... Gerak!!!” seruku. Tangan kanan di luruskan setinggi dahi, dan tangan kiri menekan d**a, tempat di mana jantung berada. Setelah itu bersama-sama kami menyanyikan lagu yang telah kami sepakati bersama.

