Dari kejauhan terlihat sebuah gumapalan hitam yang mendekat dengan cepat ke arah Desa. Dan itu adalah Burvha, sang Pria dari Ras Manusia Burung. “Burvha telah kembali,” ucap para penduduk yang bersiaga di atas pagar yang membentengi desa Nimiyan. Burvha kembali drngan wajah yang di liputi oleh senyuman, meskipun dia cukup berkeringat. Tapi penduduk Desa mengerti kalau Burvha pasti membawa kabar baik. Eishi, Hathor dan juga Kadeena segera mendatangi Burvha, untuk mengetahui kabar baik apa yang di bawa oleh Burvha. “Bagaimana?” ujar Kadeena dengan wajah yang juga menunjukkan kegembiraan dan juga semangat. “Berhasil! Jebakan yang kita pasang berhasil menghambat mereka, tentara Badamdas benar-benar berhasil kita kurangi jumlahnya,” jawab Burvha. “Meskipun kepalaku pusing dan perutku cuku

