Seratus Sembilan*

1546 Kata

Anggita memandang langit dari kamarnya, dia menyewa satu rumah sederhana yang mirip seperti pendopo. Rumah ini hanya memiliki satu kamar dengan kamar mandi di dalam. Designnya yang klasik membuat rumah ini semakin indah. Clay duduk di ruang tamu, sejak tadi dia berada di rumah sewaan Anggita itu sambil melihat hasil rekamannya. Anggita tersadar ada orang lain selain dia di rumah itu, tadi dia hanya pamit untuk ke toilet, rupanya dia lupa kalau Clay masih ada di rumah itu. Anggita pun menghampiri Clay dengan wajah tak enak. “Coba lihat sudut gambar yang ini, kayaknya ada yang kurang ya?” ucap Clay membuat Anggita semakin dekat ke arahnya dan melihat layar laptop itu. “Sudah cukup kok, mungkin nanti tinggal tambah efek aja,” tutur Anggita. Ketika dia menoleh, dia mendapati Clay menat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN