Seratus Tujuh

1810 Kata

Selain sibuk dengan dunia kerja dan juga hiburan travellingnya, Anggita juga membunuh waktu dengan menyibukkan diri di panti asuhan Kesayangan Bunda. Panti itu merupakan panti yang dulu paling sering dikunjungi bersama Bella. Beberapa bulan setelah Bella meninggal dan Anggita mulai menjejakkan kaki di kantor, dia pun mulai kembali pada rutinitas memberikan sumbangan secara langsung ke panti itu. Dia yakin kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak kurang beruntung yang ada di panti asuhan, akan tersampaikan ke Bella yang juga akan sangat disayang oleh Tuhan. “Jadi bagaimana liburan ke Jogjanya?” tanya ibu Eve, ibu panti yang sudah Anggita anggap seperti ibu sendiri. Eve berwajah lembut dengan postur tubuh yang mungil, dia merupakan keturunan kedua dari orang tuanya yang mengurus pant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN