Seratus Tiga Puluh

1688 Kata

Ini adalah hari ketiga Anggita dirawat di rumah sakit, saat ini dia tengah berjalan santai dengan dokter Viola. Dokter senior itu mengajak Anggita berkeliling di rumah sakit, karena dia pun butuh penyegaran. Dia melewati ruang perinatal, tempat bayi-bayi yang baru dilahirkan. Mereka tertidur dengan tenang, Anggita mengusap perutnya, berdoa agar bayi dalam kandungannya sehat sampai dilahirkan nanti. Raiz saat ini tengah mengikuti jadwal prakteknya sehingga Anggita hanya ditemani oleh dokter Viola. Tampak seorang pria paruh baya berkaca mata dengan jenggot tipis di dagunya berpapasan dengan mereka. Dari jauh pria itu sudah tersenyum pada dokter Viola. “Hai,” sapa pria itu ramah. “Hai, habis visit?” tanya dokter Viola. “Yah begitulah, hmmm siapa ini?” tanya dokter tersebut. “Anggi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN