Hujan turun dengan derasnya malam ini, disertai gemuruh petir yang menyambar. Kilat seperti cahaya yang bersahutan untuk terus bergantian. Anggita membuka tirai jendela, memperhatikan betapa derasnya hujan malam ini. Sementara sang suami belum juga pulang ke rumah. Seharusnya dia hanya menempuh waktu dua puluh sampai tiga puluh menit untuk tiba di rumah. Namun sudah lebih dari setengah jam sejak terakhir dia mengirim pesan bahwa dia sudah berada di parkiran, dia tak kunjung tiba. Anggita mengambil laptopnya dan meletakkan di meja, dia memutuskan bekerja sambil menunggu Raiz pulang. Selang setengah jam kemudian, terdengar suara mesin mobil yang berhenti di depan rumah. Anggita melihat mobil Raiz yang telah terparkir, kelegaan tersirat dari wajahnya. Dia melihat jam tangannya. Satu j

