Seratus Dua Puluh Satu

1451 Kata

Raiz baru saja memarkirkan kendaraan di basement rumah sakit, di lokasi khusus untuknya. Biasanya para dokter spesialis memiliki space sendiri untuk parkir. Dia melihat ponselnya yang berdering, ada sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak disimpannya. Aneh. Dia tak sembarang memberikan nomor pada orang asing. Dia merasa mungkin ini adalah panggilan penting, sehingga dia menerima panggilan itu. ‘’Halo, apa benar ini nomor Raiz?” suara wanita di seberang sana terdengar berat dan sedikit tergesa. “Iya,” ucap Raiz. “Ah syukurlah,” desahnya lega, “Ray ini mama,” ucapnya. Raiz mengernyitkan kening. Mama? Lalu dia teringat bahwa suara ini adalah suara yang sama dengan wanita yang dinikahi oleh ayahnya. “Ada apa, Ma,” ucap Raiz ragu. Sejujurnya memang dia sangat jarang berbicara den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN