Leia dan Stuart mengangguk. Mereka melihat Thomas membawa sahabatnya ke arah mobil yang parkir tidak jauh dari mobil Stuart. Amanda melipat bibirnya, mengikuti arah Thomas berjalan sampai masuk ke dalam mobil, lalu menurunkan kaca jendela dan membentang senyum pada dua sahabatnya itu. “Hati-hati di jalan!” jerit Leia. “Ya, kalian juga!” Amanda melambaikan tangannya dan pergi dari sana. Stuart masih mengikuti arah mobil Thomas dengan mata menyipit. Leia menyenggolnya dengan tangan. “Ada apa?” “Apa Thomas benar-benar menyukainya?” tanya Stuart. “Ahaha! Dia sudah mencintainya! Bukan lagi ditahapan suka.” “Aku merasa ada alasan lain Thomas mendekati Amanda.” Leia menggeleng kepala. “Kau ini terlalu banyak mikir. Sudahlah, biarkan Amanda menghabiskan waktu dengan pria yang dicintainya.”

