Amanda masih saja bungkam mengenai masalah cahaya di kening Thomas, menurutnya tunggu waktu tepat untuk mengatakannya. Amanda menjawabnya asal saja agar Thomas tidak menanti-nanti jawaban. "Seperti mirip temanku, tapi ternyata bukan," jawabnya. Thomas mengatakan O tanpa suara, hanya mulutnya saja yang membulat. Amanda hanya bisa diam sebentar dengan rasa penasaran itu. Cahaya itu, apa maksudnya? Kenapa aku tidak bisa melihatnya pada orang lain? Atau kebanyakan orang di sini, ada apa dengan cahaya itu? gumamnya dalam hati, bertanya-tanya. Mereka mampir ke kafe Rea sejenak sebelum pulang. Amanda mengajaknya duduk di tempat biasa menikmati hari sebelum mengenal Thomas dan teman-temannya. Rea melihat Amanda dari balik meja bar sambil membuatku pesanan pembeli lain. Dia mengajak pria itu,

