Joe tersenyum. “Kau yakin tidak jatuh cinta padanya?” tanya Joe. “Yakin.” “Hahahaha!” Jasmine kembali pecah dengan pemikirannya sendiri. “Paman jangan percaya! Dia berusaha menutupi kelebihan Amanda! Takut kalau wanita itu menjadi korban kita,” lanjutnya. Joe merasa Jasmine sudah keterlaluan. Dia pun menggerakkan jarinya di atas lutut, perlahan perut wanita itu melilit. “h!” jeritnya kesakitan. Thomas melihat pamannya sedang melakukan sesuatu di sana. Joe menguasai ilmu hitam juga demi mengantisipasi sesuatu. Menyentuh tanpa memegangnya. “Ampun, Paman!” jerit Jasmine. Joe menghentikannya dan memperingatkan wanita itu agar tidak sembarangan bersikap. “Kau harus yakinkan targetmu adalah orang yang tepat. Jangan sampai kau menjatuhkan Thomas dan malah membuat target sebenarnya lari.”

