Lorens Muda

1007 Kata

Hari berlalu dengan aman. Amanda semakin banyak menghabiskan waktu di rumah untuk mengasah bakatnya. Bertekad ingin menang dari kompetisi tersebut. Leia dan Stuart menemaninya merusuh. Rumah berantakan dengan makanan dan minuman yang mereka pesan. Ketiga remaja itu pun tertawa dengan banyak candaan. Sampai Nora datang mengacaukan semuanya. Wanita itu membawa seorang pria yang sangat pemarah dan kasar. “Amanda, apa pria yang menyukaimu bisa menerima keadaanmu?” tanya pria itu dengan lantang. Amanda mengerucutkan wajahnya, merasa pertanyaan itu menyinggung privasinya. “Memangnya kenapa? Amanda cantik,” sahut Leia. “Ya, cantik sih, tapi kalau aku tidak menyukainya.” Pria itu tertawa miring. Stuart tertawa geram tanpa suara. Hanya hela nafas saja yang terhembus kuat. Leia melihat ke arah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN