"Tentu saja boleh. Kamu boleh dekat denganku. Aku malah senang dan aku benar-benar tidak menyangka kamu mau berdekatan denganku. Aku pikir kamu itu akan setia dengan Alena miskin itu," ucap Luna yang tanpa tahu diri mengatakan kalau Alena tidak tahu diri. Rafli yang istrinya dikatai seperti itu mengepalkan tangannya, dia tidak terima jika istrinya dikatai seperti itu. Rafli menahan amarahnya dan dirinya mencoba untuk bersabar akan ada kejutan untuk Luna nantinya. Sesampainya di lantai yang akan mereka tuju yaitu ruangan khusus di mana Rafli akan berada. Dan Rafli senang karena salah satu targetnya masuk dalam perangkapnya dan dia juga bersiap memberikan kejutan kepada Luna tentunya. Dan sekarang mereka berdua berjalan menyusuri lorong tidak ada pintu sama sekali di sana hanya ada pin

