Persiapan melahirkan Marsha sudah seratus persen, ya tubuhnya dihela ke ruang operasi. Persalinan bayi kembarnya akan dilakukan secara saecar di usia tiga puluh tujuh minggu kehamilan. Keilana ikut masuk ke dalam, ini adalah permintaan khususnya yang sengaja mencari rumah sakit yang memperbolehkannya melakukan ini. Dia duduk di kursi khusus, dekat dengan kepala Marsha. Dia mengusap pipi istrinya dengan lembut. “Kami mulai operasinya sekarang,” ucap sang dokter setelah memanjatkan doa di dalam ruang yang kini telah dihuni beberapa orang dokter dan tenaga kesehatan. Dokter anastesi mengangguk memberi kode. “Sha, tenang ya jangan takut,” ujar Keilana dengan suara gemetar membuat Marsha tersenyum dan menoleh. “Sepertinya kamu yang takut,” ucap Marsha. Dokter anastesi yang berada di ruanga

