81. Tatapan Diam-Diam

1705 Kata

Marsha mengecek lagi satu persatu barang bawaannya, untuk kali pertama setelah memiliki anak, dia harus mengikuti acara di luar kota. Acara yang hanya berlangsung dua hari di pulau Bali itu menyita perhatian Marsha. Namun, dia tak bisa absen begitu saja. Acara ini sangat penting bagi perusahaan dan dia yang sudah merasa menjadi bagian dari perusahaan mau tidak mau pun ikut ambil bagian. “Kamu berangkat jam berapa? Ini masih pagi banget lho,” ujar Keilana melihat jam digital di atas nakas. Waktu masih menunjukkan pukul empat pagi. Dia sedikit meregangkan tubuhnya yang baru bangun tidur itu untuk tetap terjaga. “Jam enam, dengan bus kantor kita semua ke bandara,” ucap Marsha. “Pagi banget sih, Sayang,” gerutu Keilana seraya menarik pinggang sang istri dan mengecup punggungnya dengan lembu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN