Bab 121 Di Taman Rumah Sakit

1459 Kata

Kunjungan Raizen hanya beberapa menit, tapi membuat napas Briana seperti tercekat. Dia banyak memberikan pertanyaan terkait hadiah-hadiah yang diterimanya pagi ini. Beruntung ketika seorang perawat datang untuk memeriksa luka di lengannya, akhirnya Raizen menghentikan semua ocehannya. “Anda harus tetap rajin mengoleskan salepnya agar tidak meninggalkan bekas. Setelah itu, Anda tidak perlu khawatir lagi,” kata perawat dengan senyum lebar. Briana mengangguk, lalu melirik ke arah Raizen yang duduk di sofa tamu. Tatapannya setajam es yang menusuk. Briana sampai merasa punggungnya basah oleh keringat dingin dan gugup. Ada apa, sih, dengannya? Selepas kepergian sang perawat, Raizen pamit kembali ke ruangannya. Briana yang merasa tidak enak hati, segera menawarkan diri untuk menemaninya. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN