Ke-duapuluhdua

1127 Kata

Nara terbangun dengan lelehan air mata yang membasahi pipinya. Kejadian semalam seperti pukulan keras untuknya. Aksa yang dia cinta, Aksa yang dia banggakan, Aksa yang baginya segala-galanya mampu membuat Nara menjadi tak berdaya saat tangan laki-laki itu dengan berani menampar pipinya hanya karena balasan pertanyaan yang Aksa ajukan pada Nara. Nara tahu ia salah mencintai dua laki-laki dalam waktu yang bersamaan. Nara pun tahu Aksa pasti terluka hatinya tapi apa Aksa tahu bahwa Nara juga sebenarnya terluka? Tersiksa dengan keadaan ini? Tidak. Yang ada di dalam kepala laki-laki itu hanya kecemburuan, kecemburuan yang menguasai akal sehatnya hingga tega membuat Nara terluka. Nara menarik napasnya, membuangnya kasar dan terus begitu sampai sesak di dadanya berkurang karena untuk menghila

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN