Subuh itu Rara berniat bangun apalagi alarm yang menunjukkan waktu subuh sudah berdering, ia membalikkan posisi tidurnya bermaksud untuk membangun Lintang untuk melakukan sholat berjama’ah namun sayang sekali Rara hanya menemukan posisi bagian Lintang kosong, lekas-lekas Rara membuka matanya dan menatap sekitarnya benar saja Lintang tak ada disampingnya, Rara akhirmya memilih bangun mengambil ikat rambutnya, sembari mengembalikan nyawanya namun begitu ia mendengar suara kran air di kamar mandinya. Rara mulai meninggalkan ranjangnya untuk mengganti baju tidurnya menjadi pakaian yang lebih layak untuk ia gunakan untuk beribadah, Rara menarik baju dasternya untuk ia pakai dan saat itu bertepatan Lintang keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lemas. “Yangg..” rengek Lintang dengan suara

