Gala terbangun ketika dari tidurnya ketika sebuah tangan mengalung pada tubuhnya siapa lagi bila bukan istrinya yang memeluknya, hingga siang mereka tak bangun dari ranjang mereka semenjak Rara dibawa Naya pergi kerumah mertuanya kedua pasangan itu kembali terlelap awalnya Awina dan Gala lebih memilih tidur sendiri-sendiri yang artinya tanpa pelukan yang biasanya Gala lakukan. Awina membuka selimut yang menutupi tubuhnya hingga kepala, ia membuka matanya dan melihat suaminya yang juga sama-sama sudah bangun. Awina menempatkan kepalanya pada pundak Gala, hobi Awina sekarang ini adalah mendusel-dusel Gala sedangkan Gala menahan mual yang sudah tiga kali ini ia rasakan. “Bangun..” bisik Awina. “Ngapain bangun kalo tiduran sama kamu aja udah enak banget.” “Bukan itu maksudku.” “Dia ba

