Mata Gala hampir saja keluar dari tempatnya saat tahu suara sepeda motor yang ia kira pengguna jalan yang lewat namun sangkaannya salah itu adalah suara sepeda motor tamu, ternyata adalah seorang tamu dari anaknya, Gala masih enggan berlalu dari tempatnya melihat putrinya tengah memberikan senyum manisnya untuk laki-laki itu. Jiwa kebapakan Gala tak rela bila putrinya memberikan senyum manisnya untuk sembarang laki-laki. Sudah berani sekali laki-lakinya datang kerumahnya menghampiri Rara kerumah, Gala benar-benar tak suka dia saja mendengar cerita dari istri beberapa hari lalu saja hatinya sudah dongkol ini malah beneran dihampiri ke rumah. “PAPA!” panggil Rara pada Gala karena kesal daritadi Gala dipanggil tidak menyahut. “Astaga Kakak apa-apaan sih, Papa dengar ya enggak usah teriak.

