Erin yang baru saja pulang dari Bali karena jadwal pemotretannya. Merasa sangat marah setelah mendengar kabar tentang Mayang yang kini sudah mau menerima Olivia menjadi menantunya. Bahkan sudah membawa Olivia untuk tinggal bersamanya. Brengsek! Gak! Gue gak akan biarin gitu aja! Devan harus menikah sama gue. Erin menyapu semua barang-barang yang ada di meja riasnya hingga tanpa sisa. Semua barang-barang yang berada di meja rias itu kini hancur berantakan dan berserakan di lantai kamar Erin. Mama Erin yang mendengar suara benda jatuh dari kamar Erin. Langsung bergegas menuju kamar putri satu-satunya itu. “Sayang, ada apa? kenapa Mama mendengar suara benda jatuh?” tanyanya sambil mengetuk pintu kamar Erin. Dengan berlinang air mata, Erin melangkah menuju pintu untuk membuka pintu kamarn

