Rena ingin melangkah pergi. Tapi Emir berhasil menarik tangannya. “Bicaralah denganku. Sebentar saja,” pinta Emir lagi. Rena menghempaskan tangannya dari cengkraman tangan Emir. “Gak ada yang perlu kita bicarakan.” Emir menyungingkan senyumannya, “kamu yakin?” “Maaf. Sepertinya aku dan kamu gak seakrab ini untuk saling mengobrol seperti ini. Aku juga gak mau membuat Olivia dan Ardi menunggu.” Rena kembali melangkahkan kakinya. Kali ini Emir tak menarik tangan Rena. Tapi, ia mengatakan sesuatu yang membuat Rena terpaksa harus menghentikan langkahnya. “Apa hubungan kamu sama Ardi?” Rena yang sudah menghentikan langkahnya, segera membalikkan tubuhnya menatap ke arah Emir. “Kenapa aku harus memberitahumu? bahkan itu bukan urusan kamu.” Emir tersenyum, “itu akan jadi urusan aku mulai

