Air mata buaya

2175 Kata

Farhan yang baru saja pulang dari Surabaya langsung menghubungi Devan. “Halo, Pa,” sahut Devan saat ia telah menjawab panggilan dari papanya. “Sekarang kamu dimana? Kasih tau Papa alamat apartemen kamu. Papa ingin ketemu sama menantu Papa.” Devan tersenyum sambil menatap Olivia yang duduk di sampingnya. “Nanti Devan share lock, Pa. Ada yang ingin Devan bicarakan sama Papa juga.” “Ok.” Devan lalu mengakhiri panggilan itu. “Ada apa? kenapa tiba-tiba Papa menghubungi kamu?” tanya Olivia penasaran. “Katanya Papa kangen sama menantunya.” Kedua mata Olivia langsung membola, “apa? seriusan?” Devan menganggukkan kepalanya. Ia lalu menggenggam tangan Olivia. “Asal kamu tau. Papa itu sangat senang saat kita memberitahu Papa tentang hubungan kita. Apalagi sekarang kamu sedang mengandung cu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN