Ancaman

2193 Kata

Ibu Rena menatap wajah putrinya yang terlihat sedikit pucat. Rena memang berasalan kepada ibunya jika ia tak berangkat kerja karena sakit. “Sayang, kamu mau pergi kemana? Bukannya kamu tadi bilang kalau kepala kamu pusing?” “Rena mau ketemu sama Olivia, Bu. Rena gak enak sama Olivia, karena sudah mengabaikan panggilannya tadi.” Itu hanya alasan Rena saja, karena ia tak ingin membuat ibunya cemas. Rena lalu mencium punggung tangan ibunya. “Rena pergi dulu ya, Bu. Mungkin Rena nanti akan pulang malam,” pamitnya. Wanita paruh baya yang Rena panggil ibu itu menganggukkan kepalanya. “Hati-hati. Jangan lupa makan dan minum obat kamu.” Rena menganggukkan kepalanya. “Rena pergi dulu, Bu,” pamitnya lagi lalu melangkah keluar dari rumahnya. Rena naik ke atas motor maticnya—motor yang selal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN