Mengikhlaskan

2255 Kata

Devan merangkul bahu Olivia, menyandarkan kepalanya ke bahunya. “Sudah, tenanglah. Kamu harus yakin, kalau Rian akan baik-baik saja,” ucapnya lalu mengecup puncak kepala Olivia. Olivia masih terus sesenggukkan. Ia tak akan tenang sebelum melihat Rian memang dalam keadaan baik-baik saja. Apalagi yang terjadi sama Rian, itu karena dirinya. “Andai tadi aku gak berniat untuk menghampiri Rian, maka semua gak akan kayak gini. Andai tadi aku menyeberang dengan hati-hati, semua gak akan kayak gini, Van. Semua salah aku, Van,” ucapnya disela isak tangisnya. Devan melepaskan rangkulannya pada bahu Olivia. Ia lalu menangkup kedua pipi Olivia. “Sayang, sudah aku katakan, ini bukan salah kamu. Jadi, jangan menyalahkan diri kamu sendiri. Kalau kamu kayak gini terus, apa kamu gak kasihan dengan ana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN