Chapter 21. Biarkan Ku Bahagia

1515 Kata

Dhea mengerjapkan matanya ketika merasakan elusan dikepalanya dan sesuatu yang hangat dan lembut menyentuh keningnya. Perlahan ia membuka kelopak matanya yang membengkak akibat menangis semalaman. Netra biru nyaris abu-abu itu menatap sekeliling dan langsung terpaku melihat sosok yang kini tengah duduk di samping tempat tidurnya, sosok yang ia rindukan. "Kak Dirga" Ucap Dhea sedikit serak yang membuat Dirga tersenyum lalu mengecup kening, hidung, kelopak mata Dhea secara bergantian dan terakhir bibir. "Merindukan ku sweetheart?" Tanya Dirga dengan senyum menggoda seraya membuka kedua lengannya dengan lebar yang langsung membuat Dhea menghambur memeluknya dengan mengubur wajahnya pada d**a bidang Dirga. Kali ini Dhea benar-benar setuju dengan perkataan Nisya dulu yang mengatakan bahwa D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN