Chapter 25. Terungkap

1397 Kata

  "Ketika kau siap untuk jatuh cinta, berarti kau juga siap akan konsekuensinya yaitu patah hati"   ***   Dhea berlarian sepanjang koridor sambil sesekali mengusap air matanya, tak perduli tatapan bingung  mahasiswa yang ditemuinya. Beberapa kali ia bahkan hampir menabrak atau terjatuh, tapi sepertinya Dhea tidak perduli dan tetap berlari. Dhea langsung menghentikan langkahnya saat hampir saja menabrak Nisya. "Astaga! Lo kira gue tembok main tabrak-tabrak aja!" Omel Nisya dengan suara cemprengnya. Dhea hanya menatap Anisya sekilas dan kembali berlari, membuat gadis itu kembali mengomel bahkan berteriak memanggil nama Dhea. Beginilah jika memiliki sahabat yang tak ada akhlak. "DHEA! Malah kabur, bukannya minta maaf! Sakit hati dede, lo cuekin gitu aja" Ucap Nisya dengan mendramat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN