Aku berjalan untuk pulang. Mata sembab dan bengkak tak aku hiraukan. Akhirnya aku bisa melewati hari panjang ini dengan keadaan baik-baik saja. Aku dan Mela, kita sedikit merenggang. Rasanya canggung saat kami duduk berdua. Hatiku sakit, tapi aku menerimanya. Aku menerima Mela dan memaafkannya. Mungkin ini kesalahanku karena semenjak kedatangan Hero, kami tidak sebaik dulu. Kalau di suruh milih antara sahabat atau Hero. Aku akan memilih sahabtku. Aku dan Mela sudah kenal lama, sedang aku dan Hero baru beberapa bulan yang lalu. Aku tidak mungkin mendustai hubungan persahabatan di antara kami. Aku menyayangi Mela layaknya saudaraku sendiri. Tapi, aku juga tidak habis pikir semuanya akan menjadi seperti ini. "Duluan ya, Ca.." kata Sindi dan Cala yang mendahului jalanku. "Iya," kataku menja

