"Herooo!!!" teriakku saat Hero baru saja melayangkan satu pukulan keras tepat di sudut bibir sebelah kanan Elang. Elang yang tidak siap dengan pukulan itu tergeletak ke lantai dengan darah segar yang mengalir di sudut bibirnya. Hero mengeraskan tahang pertanda dia marah. Tangannya mengepal kuat, dengan napas memburu yang siap menerkam siapapun yang berani mengganggunya. "Elang," kataku sambil membantu Elang untuk bangkit berdiri. BUG!! "Heroo!!!" Sekali lagi Elang tersungkur ke lantai. Hero melayangkan pukulan kedua kalinya tepat di wajah Elang. Elang tergeletak lemas. Entah kenapa pria itu tidak membalas pukulan Hero. Kami menjadi pusat perhatian. Bahkan tak segan segan siswa siswi yang tadinya asik berjalan beralih mengerumuni kami. Aku berlari ke arah Hero, kemudian memegang ked

