Selain sering tiba di sekolah hampir bertepatan dengan bunyi bel tanda masuk kelas, pulang sekolah pun mobil Juna selalu keluar yang paling akhir. Alasannya sederhana, ia tidak ingin berdesakan keluar tempat parkir. Seolah tidak ada waktu lain saja. Kalau bisa keluar tanpa berdesakan, kenapa tidak? Sedikit terlambat tidak apa-apa, asalkan tidak terhimpit. Ia tidak ingin mobil kesayangannya lecet atau tergores. Satu lagi, ia tidak pernah masalah pulang terlambat, apalagi semenjak hubungannya yang dekat dengan Diva. Ia bisa menggoda dan sedikit bermain bersama gadisnya. "Kita ke rumah aku dulu, ya, Be? Mommy balik luar sore ini," ucap Juna sambil memasang sabuk pengamannya. "Eh? Beneran?" tanya Diva kaget. Juna mengangguk. Tak terasa sudah lebih dari satu minggu ibunya di Jakarta. Kali

