Seisi kelas hening, tak terdengar apa-apa kecuali suara detak jarum jam. Kehadiran beberapa orang yang sering menjadi buah bibir di kelas mereka membuat anak-anak kelas X C terkagum, kelas mereka jadi seperti markas untuk anak-anak populer itu. "Juna, masa dia nuduh Tasya macam-macam," adu Tasya menunjuk Diva yang mulutnya masih ditutup Juna. "Tasya, 'kan, nggak kayak gitu." Bibir mungil Tasya mencebik, membuatnya semakin terlihat imut. Namun, di mata Diva tidak demikian, dia justru semakin jijik. Tasya terlalu pandai bermain sandiwara, gelar drama queen sangat cocok disandang olehnya. "Tasya nggak ngapa-ngapain dia, kok, Juna. Dia yang datang ke sini buat nyerang Tasya. Kalo Juna nggak percaya, Juna tanya aja teman-teman di kelas Tasya. Mereka jadi saksinya, kok." Telinga Diva sem

