Hari ini Juna bangun lebih pagi dari biasanya. Bukan karena ingin menyambut kedatangan kedua orang tuanya, melainkan karena ia tidak dapat tidur lagi. Ia masih saja mengkhawatirkan gadisnya, sampai-sampai saat tidur pun ia tidak nyenyak. Ia masih mengantuk padahal, tetapi sudah tidak dapat kembali tidur. Setiap kali memejamkan mata selalu bayangan ketakutan Diva yang melintas, atau wajah menjijikkan Jefri yang membuatnya ingin kembali menghajar pemuda b*ngsat itu. Seandainya saja bisa tentu ia akan melakukannya. Tadi malam ditelepon Arsyi memberitahu bagaimana keadaan Jefri. Katanya Jefri memerlukan operasi penyambungan tulang besok, dan itu akan dilakukan beberapa kali karena tulangnya patah di beberapa tempat, selain tulang bagian rahang yang bergeser. Ia hanya tersenyum menanggapi hal

