Willis Wiliam. Apakah ada yang rindu dengan manusia itu? Mari kita mampir di keluarganya sejenak, Willis yang sedang mengasuh anaknya karena Rahi sibuk bolak-balik kamar mandi sejak tadi. Ketahuilah, usia Sean sudah nyaris dua tahun. Bocah turunan Wiliam itu telah lancar berjalan, tapi bicaranya masih belepotan. Sean adalah anak pertama Willis yang sangat diyakinkan akan punya adik, karena Willis sudah yakin seyakin-yakinnya kalau kondisi Rahi saat ini adalah efek dari serangan dahsyat para kecebongnya yang berkenalan langsung dengan sel telur sang istri. "Mommy kenapa?" ucapan Sean masih belum fasih, tapi Willis mengerti anaknya bicara apa. "Biasa, habis Daddy seleding kanan kiri tiap malem." "Mommy sakit?" Willis mengusap kepala Sean yang wajahnya mirip sekali dengannya, bagai lahi

