CEMBURU BUTA

1006 Kata
"arrrrghhhh... Wanita sialan" amuk Audy sembari membanting barang-barang yang ada di sekitar nya. Betapa kesal nya wanita cantik dan seksi itu saat lagi-lagi mendapat penolakan dari sang suami. Saat pulang dari kerja nya Pandu langsung mendapatkan serangan ciuman-ciuman brutal dari Audy, dia sangat menginginkan suami nya namun lagi-lagi Pandu menolak dengan alasan begitu lelah sehabis bekerja padahal malam ini Audy sudah berdandan habis-habisan, dia begitu cantik dan wangi malam ini menggunakan gaun malam nya yang seksi membuat lelaki manapun yang melihatnya pasti akan terpana dan langsung menginginkan nya namun tidak dengan sang suami. Dan lagi-lagi Audy menyalahkan Yasmin atas kejadian yang menimpa nya ini. Yahh Audy mengetahui hubungan Yasmin dan Pandu dulu, dia juga mengetahui jika Pandu teramat sangat mencintai Yasmin dan itu sangat membuat hatinya sakit. Ingin rasanya ia membunuh Yasmin. "Wanita b******k" maki Audy lagi Selagi Audy mengamuk, Pandu sedang berendam di bathtub nya sembari berusaha menghubungi Yasmin. Ntah sudah ke berapa puluh kali telepon nya tidak diangkat namun Pandu tidak mau menyerah juga, dia terus menelpon dan mengirimi gadis cantik itu pesan. 'ada apa?' jawab ketus itu membuat Pandu tersenyum, akhir nya Yasmin mengangkat telepon nya 'kau sedang dimana sayang' 'berhentilah menghubungi ku Pandu, kau sangat menggangu' 'aku merindukan mu, aku hanya ingin mendengar suaramu dan jika boleh aku ingin menemui mu' 'sudahlah jangan menggangguku, kau urusi saja istrimu dia butuh belaian mu, kau tiduri saja istrimu' jawaban frontal Yasmin membuat Pandu terkekeh 'kenapa kau bicara begitu sayang?' 'istri mu baru saja menelpon ku dan mencaci maki ku karena kau tidak mau menyetubuhi nya, dia menuduhku yang sudah membuatmu seperti itu, dan hei dia menuduhku sudah naik ke atas mu siang ini' Pandu menghela nafas nya 'apakah kau kesal dituduh seperti itu sayang? Padahal kau tidak melakukan nya' 'kau pasti sudah tau jawaban nya' jawab Yasmin makin kesal di seberang sana 'kalau begitu ayo lakukan lah agar kau tidak kesal dituduh begitu' goda Pandu 'dasar laki-laki gila' maki Yasmin kemudian mematikan telepon nya **** Yasmin benar-benar tidak habis fikir dengan dua orang pasangan itu. Bagaimana dengan secara terang-terangan nya Audy menelpon dan mencaci maki Yasmin dengan terang-terangan Audy bilang suami nya menolak untuk tidur dengan nya dan Audy merasa penyebab nya adalah Yasmin, dan Audy juga menyangka bahwa siang ini Yasmin sudah tidur dengan Pandu sehingga suaminya tidak bernafsu lagi meski dengan penampilan nya yang sudah cantik dan seksi. Yasmin akui bahwa Audy adalah wanita yang benar-benar cantik dan penampilannya pun selalu elegan tidak seperti Yasmin yang hanya tampil apa adanya, Audy juga anak orang terpandang. Apa kurang nya wanita itu sampai Pandu mencampakan nya? Ah sudahlah Yasmin tak mau ambil pusing dengan urusan mereka berdua, dia dan Pandu sudah tak ada urusan lagi. Yasmin segera beranjak dan menghampiri adik nya yang sedang duduk di tempat warung sate, Hagia sedang menunggu sate nya matang. Yahh di waktu senggang nya Yasmin selalu menyempatkan mengajak adik nya jalan-jalan meski hanya jalan ke taman komplek dan makan sate seperti sekarang setidak nya dia dan adik nya bisa menghabiskan waktu bersama karena Yasmin selalu sibuk bekerja untuk menafkahi hidup mereka berdua dan setidak nya Hagia tidak terlalu bosan karena sehari-hari selalu diam dirumah. * "Berhentilah mengejar Yasmin, kau sudah punya aku dan Rio. Apa kurang nya kami di matamu? Kau benar-benar tidak bersyukur sudah memiliki kami, kau malah sibuk mengejar gadis jalang itu" Audy langsung saja mengoceh saat Pandu keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk di pinggang nya dengan rambut yang basah sehabis mandi, sebenar nya Pandu benar-benar sangat tampan dengan penampilan sehabis mandi nya membuat Audy makin menginginkan suami nya itu namun rasa cemburu nya lebih besar. "Harus nya kau yang berhenti menyangkut paut kan Yasmin dengan rumah tangga kita" sahut Pandu cuek sembari memilih pakaian di dalam lemari mereka "Aku akan membuat wanita itu malu, aku akan menyebar kan kepada semua orang bahwa dia adalah gadis jalang yang merusak rumah tangga orang, agar dia malu dan diberhenti kan dari Rumah sakit itu" ancam Audy "Silahkan saja jika kau mau image mu yang sempurna itu rusak dan aku akan semakin memberikan bumbu-bumbu pada berita yang kau sebarkan itu agar semua orang semakin panas dan memaksamu meninggalkan aku jadi aku bisa leluasa bersama dengan Yasmin dan bila perlu aku akan menyebarkan berita bahwa Yasmin sudah ku hamili agar aku bisa menikahi nya dan hidup bahagia bersama nya, Yasmin mungkin akan kehilangan pekerjaan nya tapi tak masalah aku bisa menghidupi Yasmin dan adiknya dan aku juga mungkin akan kehilangan hak asuh Rio tapi tak masalah selama aku masih bisa bertemu dengan nya dan bagaimana pun juga dia tetap anak ku" ancam Pandu balik dengan santai nya membuat Audy tercekat. Yah Audy begitu membanggakan image nya yang sempurna. Wanita yang cantik, kaya, mapan, dari keluarga terpandang bersuamikan seorang Pandu yang tak kalah sempurna dengan dirinya dan seorang anak yang tentu saja sangat tampan, pintar dan berperilaku yang baik. Image mereka sebagai keluarga yang benar-benar harmonis sudah menyebar kemana-mana, semua orang pasti akan bilang pada Audy bahwa dia adalah sosok yang benar-benar beruntung dan sempurna, semua orang pasti akan iri pada nya. Audy tidak mau merusak itu semua hanya gara-gara seorang gadis jalang itu. "Aarghhhhh....." Audy menjerit sejadi-jadi nya dia sangat kesal dan geram sedangkan Pandu pura-pura tak mendengar jeritan istri nya, dengan santai nya memakai baju dan celana santai nya kemudian mengambil kunci mobil yang tergeletak di nakas "Mau kemana lagi kamuu" pekik Audy melihat Pandu bersiap keluar dari kamar nya " Pergi keluar aku pusing mendengar ocehan mu, aku sekalian membawa Rio jalan-jalan" jawab Pandu dengan santai nya. Dia berlalu mencari keberadaan sang anak yang ternyata sedang bermain bersama pengasuh nya di taman belakang, anak tampan itu tidak tau yang terjadi dan untung nya tidak mendengar jeritan sang ibu. "Papa" Rio berlari menuju ayahnya dan meninggal mainan yang sedang di pegang nya begitu saja Pandu memeluk dan mencium pipi gembil anak nya yang baru berusia 2 tahun itu "Rio mau beli ice cream nak?" Tanya Pandu lembut "Mauuuuuu" pekik anak itu lucu membuat Pandu tertawa melihat tingkah lucu anak nya dan segera menggendong nya "Lets gooo" ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN