PERGI

1013 Kata
Yasmin menghela nafas nya lelah. Saat ini dia sedang duduk di taman kompleks perumahan tempat dia mengontrak bersama Hagia. Dia benar-benar lelah menghadapi hidup ini. Kenangan masa lalu yang selalu menghantui. Rasa sepi yang selalu menemani setiap helaan nafas nya. Ingin rasa nya Yasmin mati saja tapi bagaimana dengan Hagia? Siapa yang akan menjaga dan merawat Hagia jika dia mati? Hati nya benar-benar terasa lelah dan hampa. Plakk... Di tengah lamunan Yasmin tiba-tiba seseorang menampar pipi nya dengan sangat keras membuat nya terkejut bukan main, untung nya kondisi taman sedang sepi dan tempat duduk Yasmin berada di sudut taman membuat gadis itu bebas dari rasa malu karena ternyata yang datang tiba-tiba menamparnya adalah Audy. 'masalah lagi' batin Yasmin "Wanita Jalang" hardik Audy "Apa yang kau perbuat pada suamiku sampai-sampai dia mengabaikan aku hah?" Laniut Audy dengan emosi yang menggebu-gebu Sedangkan Yasmin hanya diam menatap wajah Audy yang sudah memerah karena amarah, membuat Audy makin berang. "Apa kau sudah mengangkang pada suamiku hah? Apa kau merayu suamiku untuk tidur dengan mu wanita jalang? Apa yang kau ingin kan dari suamiku? Aaaahhh ingin rasa nya aku membunuh mu sekarang juga" pekik Audy berang Memang Audy tidak tau perihal Yasmin yang sudah sering kali tidur bersama Pandu. Yang ia tau hanyalah Pandu yang sangat tergila-gila pada Yasmin dan selalu mengejar nya. Jika saja wanita itu tau mungkin dia akan benar-benar membunuh Yasmin saat ini juga. "Maafkan aku" hanya itu kata-kata yang terucap dari bibir Yasmin Plakk... Lagi-lagi tamparan keras menghampiri pipi kiri Yasmin yang mulus dan membuat pipi nya sedikit membengkak dan sudah pasti memerah. Yasmin meringis menahan perih nya tamparan kedua dari Audy "Maaf katamu? Begitu mudah nya kau mengatakan maaf wanita jalang, wanita iblis, jangan kau tunjukan muka sok polos dan sok sucimu itu, aku benar-benar muak" Audy berang dan berniat maju untuk menjambak dan memukul-mukul Yasmin namun untung nya Pandu datang tepat waktu. "Audy" bentak Pandu sembari menarik tubuh istri nya yang sudah bersiap-siap menyerang kembali "Hentikan tingkah gila mu ini" desis Pandu geram karena melihat tingkah istri nya. Yah baru saja mereka bertengkar untuk kesekian kali nya di rumah dan Audy langsung nekat menghampiri Yasmin karena sangat geram melihat Pandu yang selalu membela gadis itu. Istri mana yang tak sakit hati dan berang saat sang suami dengan santai nya menyebut perempuan lain di hadapan istri nya. Sebenar nya Audy ingin sekali mempermalukan Yasmin dengan menyebarkan berita bahwa dia adalah pelakor dalam rumah tangga nya dan Pandu. Namun lagi-lagi gengsi nya yang tinggi berhasil membuat nya mengurungkan niat itu, dia tidak mau image wanita sempurna dengan keluarga yang sangat harmonis nya hancur karena berita itu dan yang paling utama dia tidak mau dipaksa meninggalkan Pandu karena sudah berselingkuh. Kedua orang tua nya pasti akan memaksa Audy meninggalkan Pandu jika mereka mengetahui fakta ini dan Audy tidak rela meninggalkan Pandu karena dia sangat mencintai lelaki itu. "Apa? Kau tidak rela jika wanita yang kau gila-gilai ini aku sakiti? Oohh lihat lah wajah nya sudah aku sakiti. Dia bahkan diam saja saat aku menampar nya karena dia sadar jika dia memang jalang. Apakah kau sudah meniduri nya? Berapa kali kau sudah tidur dengan nya? Apakah sebegitu nikmat nya tubuh wanita jalang ini sampai kau tergila-gila padanya? Berapa bayaran nya sekali kau tiduri?" Cerocos Audy berang membuat hati Yasmin benar-benar pedih. Yang dikatakan Audy memang benar, dia adalah wanita jalang. Wanita yang rela tidur dengan suami nya untuk mendapatkan uang. Ingin sekali rasa nya Yasmin mengatakan bahwa itu memang benar ada nya tapi dia terlalu takut untuk mengakui. "Oohh apakah kau menangis? Apakah itu air mata palsu mu? Hebat sekali wanita jalang ini" Audy bertepuk tangan melihat Yasmin meneteskan air mata nya. "Ayo pulang" Pandu menarik paksa Audy untuk pulang "Kenapa? Kau takut aku menyakiti hati jalang kesayangan mu ini hah?" Audy memberontak melepaskan genggaman tangan suami nya "Berhenti lah membuat kekacauan Audy. Apa kau mau ada orang yang melihat kita dan menyebarkan berita yang tidak-tidak" geram Pandu "Hahahaha berita yang tidak-tidak katamu? Bukan kah ini berita yang iya-iya" "Mengakulah bahwa kau sudah tidur dengan nya" lanjut Audy ke arah Yasmin. Ingin rasanya ia mencabik-cabik muka Yasmin. Yasmin hanya diam saja dan memalingkan muka nya ke arah lain, tak sanggup di tatap oleh istri dari Pandu itu. "Oh apakah ini benar sayang?" Tanya Audy pada Pandu "Sebaiknya aku pergi dari sini" potong Yasmin lalu pergi meninggalkan suami istri itu "Hei wanita jalang aku belum selesai" pekik Audy kesal. Pandu dengan segera menarik paksa Audy untuk pulang dan kali ini dia tidak akan melepaskan cengkraman nya pada wanita itu. Ia begitu geram karena bisa-bisa nya Audy mendatangi Yasmin dan melabrak gadis itu. Sedangkan Yasmin segera saja berlari ke arah rumah nya sembari mencoba menghentikan air mata yang terus saja mengalir tidak mau berhenti. Dia tidak mau sampai Hagia melihat nya menangis dan menjadi khawatir. Sesampai nya di rumah Yasmin menghela nafas lega karena Hagia tidak berada di ruang tamu mungkin saja dia sedang tidur. Dengan segera Yasmin masuk ke kamar dan mengunci nya, ia langsung melompat ke kasur dan menutup muka nya dengan bantal. Menangis tersedu-sedu karena hati nya terasa begitu sakit. Benar-benar sakit sekali. Rasanya dia sangat membenci dirinya sendiri, dirinya yang sudah merusak rumah tangga sang mantan kekasih, dirinya yang sudah menyakiti hati wanita lain, dirinya yang begitu sangat murahan seperti yang di katakan oleh Audy. Ah harus seperih apa lagi hati ini. Namun ini memang harus terjadi padanya karena memang hasil perbuatan nya sendiri. Dia sudah mengacaukan ini semua, ia merasa benar-benar tidak ada arti nya lagi. Apakah Yasmin harus pergi? Meninggalkan semua ini dan hidup tenang bersama Hagia. Yasmin bergegas membuka lemari nya dan mengeluarkan beberapa buku tabungan, selama bekerja Yasmin selalu menyisihkan uang gaji nya untuk di tabung jika nanti dia membutuhkan dana mendesak apalagi untuk keperluan Hagia. Yasmin membuka-buka dan menghitung uang tabungan nya serta menghitung uang yang akan dia dapatkan jika berhenti dari tempat nya bekerja. Yasmin mendapatkan semangat lagi, semangat untuk memulai hidup yang baru lagi bersama Hagia. Tanpa gangguan dan tanpa menyakiti hati orang lain, dia sudah muak dengan ini semua. Dia ingin hidup yang lebih baik. *****
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN