INAD 40

1552 Kata

"Jadi bagaimana?" Triqi menyimak semua obrolan teman-temannya dengan serius. Mereka tengah berdiskusi mengenai tempat mereka akan melaksanakan tugas mereka. Membuat bahan olahan makanan yang telah dimodifikasi. Yang jadi masalah, tidak ada rumah yang bisa mereka pakai sejauh ini. Mereka terlihat bingung, hingga dengan ragu Triqi menawarkan diri. "Jika kalian tidak keberatan, kita bisa melakukannya di rumahku. Kalian juga belum pernah ke rumahku kan?" tawar Triqi hati-hati. Hati kecilnya terus berteriak agar teman-temannya itu mau berkunjung ke rumahnya. Dia selalu iri, melihat anak-anak sebayanya berbincang sepulang sekolah tentang harus ke rumah siapa mereka hari itu. Triqi ingin merasakannya juga, tidak peduli Valan mungkin akan marah lagi padanya. Lagipula beberapa kali Valan juga m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN